Bang Salim Raih S2 Magister Pendidikan Islam di IAIN Laaroiba Bogor
DEPOK- citra Indonesia.id,
Nama Bang Salim di Sinetron Si Entong hingga saat ini sangat melekat dengan diri Muhammad Hafiz S.E M.Pd Sang Pemeran yang sekarang ini lebih banyak berinteraksi dari panggung ke panggung mensyiarkan kebaikan dibidang dakwah.
Hafiz sapaan akrabnya yang lahir di Jakarta, 9 November 1980, anak dari Almarhum H. Sarman Al Bantani dan Almarhumah Hj. Arsiti binti Arsa ini dalam menempuh pendidikan Lulus S1 Sarjana Ekonomi Islam di Institut Daarul Qur’an Cipondoh pada tahun 2024. Sedangkan Lulus S2 Magister Pendidikan Islam di IAIN Laaroiba Bogor (yang namanya bertransformasi menjadi UI-Nasional Bogor) tahun 2026.
“Kuliah diusia yang dibilang muda nggak, di bilang tua juga belom, memang sangat berat lawan ujian dan segala macam godaannya,” ujar Hafiz, Kamis (05/11/2026).
Hafiz mengatakan, pada saat menjalani kuliah kembali dirinya berkecamuk dengan segala macam godaan yang datang, seperti rasa malas, rasa sibuk, keadaan keuangan dan rasa sudah merasa cukup dari pencapaian yang di raih dalam kehidupan selama ini.
“Sampe-sampe ada yang bilang ke saya, ente kuliah S2 lagi, emang ente mau cari apa?,” kata Hafiz sambil ketawa.
Lebih lanjut Hafiz menceritakan, awal karier profesionalnya mulai dari tahun 2002, berawal dari seorang komedian yang merambah ke MC event dan panggung hiburan, bahkan dirinya sering mengikuti lomba-lomba lawak. Dirinya sempat menjuarai Lomba Lawak Tunggal tahun 2003 di komedi cafe dengan para juri yang luar biasa, yaitu almarhum Sys NS, kang Maman serta di hadiri Eko Patrio dan Almarhum Taufik Savalas.
Lebih lanjut dikatakan di ajang Komedian TOP pada masa itu dirinya menjadi Finalis Audisi Pelawak TPI (API TPI 1 diawal tahun 2005) se-angkatan dengan grup SOS (Sule, Ogi dan Oni ), group Bajaj (Melky, Aden dan Issa ) dan group lainnya.
“Selepas mengikuti semua even lomba, saya di percaya menjadi Presenter Da’i TPI 1 tahun 2005 pertengahan, kemudian lanjut membintangi Peran Bang Salim di Sinetron Si Entong TPI/MNCTV yang viral pada masa itu dari tahun 2006 sampai 2009. Bahkan nama Bang Salim hingga sekarang ini masih melekat dalam diri saya, pasal setiap ketemu dengan orang dimanapun pada manggilnya Bang Salim, ya mau gak mau dah saya kedip-kedipin mata ciri khasnya Bang Salim,” kenang Hafiz sambil tersenyum.
Hafiz juga memaparkan, bahwa dirinya sejak tahun 2005 selepas membawakan acara program Dakwah yaitu Da’i TPI disitulah dirinya banyak di percaya menjadi Host Dakwah di berbagai macam acara dakwah dan khusunya di TPI atau MNCTV, sudah banyak alim ulama dan para kiai yang sudah pernah di dampingi acaranya oleh dirinya, diantaranya Almarhum Uje, Almarhum Ustadz Cepot, Almarhum KH. Agus Dharmawan, Almarhum Syekh Ali Jaber, Ustadz Yusuf Mansyur, Ustadz Solmed, Aa Gym, Ustadz Subkhi al Bughuri, Ustadz Wijayanto, Dr. Muhlis Hanafi MA, DR Kemal Syah MAg, Prof Hasani Ahmad, Syekh Faturrahman dan karena sering membersamai alim ulama, kiai, ustadz dan ustadzah.
“Makanya dari tahun 2015 saya sudah punya niat dan kepengen kuliah lagi dijurusan yang berbasis agama, kenapa bilangnya kuliah lagi karena saya bukan gak pernah kuliah, tapi pernah kuliah di AMIK Bina Sarana Informatika (BSI) di Fakultas Managemen Informatika tapi hanya 4 semester dan berhenti tidak sampe lulus. Dan alhamdulillaah niatan mau kuliah lagi baru kesampean di tahun 2019 kuliah di IAIN Laaroiba Bogor, baru dapet 1 srmester langsung covid melanda dan akhirnya saya gak bisa fokus kuliah karena ekonomi memburuk pada masa itu sedangkan Laaroiba kuliahnya belum menggunakan kuliah online,” ungkapnya.
Keberuntungan memang tidak ada yang pernah tahu, dan akhirnya dirinya berjumpa dengan gurunya seorang Rektor Daarul Qur’an, yaitu Dr. Anwar Sani, alhqmdulillah akhirnya kuliahlah dirinya di Institut Daarul Qur’an diwilayah Cipondoh Tanggerang dari tahun 2020 s/d 2024 dan lulus S1.
“Setelah itu saya langsung lanjut ambil S2 Magister Pendidikan Islam di kampus IAIN Laaroiba, alhamdulillaah 2 tahun kuliah akhirnya saya bisa menyelesaikan sampe lulus dan Wisuda di IAIN Laaroiba yang saat ini bertransformasi namanya menjadi UI-Nasional Bogor,” terangnya.
Ia menambahkan, dirinya bersyukur kehadirat illahi, bahwa diusianya yang sekarang ini, Allah masih memberikan kesempatan untuk menuntut ilmu hingga selesai di wisuda.
“Niatkan semuanya karena Allah SWT, tidak ada kata terlambat untuk belajar menuntut ilmu, inshaAllah ilmu yang saya dapatkan dibangku kuliah dapat saya sebarluaskan dan menjadi manfaat bagi kemaslahatan umat, aamiin,” pungkasnya.
(*Din yusab)
