KOALISI LIMA PARPOL DI DEPOK Warga Depok jangan Golput.”Pilih sesuai Aspirasi anda

DEPOK I, citraindonesiaonline.id – Menjelang Pilkada 2020 di Depok, berbagai bakal calon walikota dan bakal calon wakil walikota bermunculan.
Keunggulan dari setiap pasangan, diekspose di media sosial, bahkan media mainstream dan media cetak turut meramaikan.

Beberapa pemerhati di Depok, berpendapat bahwa “dinasti PKS” selama 15 tahun di Depok dinilai “tidak berprestasi”. Bahkan, mantan walikota Nurmahmudi dan mantan Sekda Harry Prihanto tersandung “kasus korupsi”.
Mereka telah ditetapkan sebagai “tersangka” korupsi pelebaran Jalan Nangka Tapos Depok.
Akibat perbuatan mereka, Negara mengalami kerugian sebesar Rp.17 miliar.

Namun, kasus korupsi tersebut tidak digelar ke pengadilan. Berkas hanya bolak-balik dari kepolisian ke kejaksaan, nggak ada juntrungan nya. Penegak hukum di Depok terkesan tak bernyali, bahkan dinilai telah masuk angin.

Fenomena tersebut disikapi oleh berbagai kalangan dan pengamat, bahwa sekarang saatnya mengganti “dinasti PKS” di Depok.

DPRD Kota Depok (50 anggota) diwakili oleh sembilan (9) parpol, diantaranya : PKS, PDIP, GERINDRA, GOLKAR, DEMOKRAT, PKB, PPP, PAN dan PSI.

Jika, berkoalisi, diantaranya : GERINDRA (10), PDIP (10), PKB (3), PPP (2) dan PSI (1), maka Koalisi Lima Parpol ini terdiri dari 26 anggota DPRD (mayoritas).

Maka, Koalisi Lima Parpol ini bisa mendukung pasangan bakal calon walikota & wakil yakni ; “Pradi Supriatna & Hendrik Tangke Allo” atau “Pradi Supriatna & Babai Suhaimi”.

Berdasarkan “prediksi”, pileg 17 April 2019 yang lalu di Depok, hanya 50% warga Depok yang punya hak suara di DPT yang datang ke TPS untuk mencoblos.

Maka, diharapkan pada pilkada tahun 2020 mendatang, warga masyarakat Depok datang ke TPS untuk mencoblos dan menentukan Walikota Depok dan Wakil Walikota Depok periode tahun 2021-2026.(Ddcy)

180 Views