DaerahekbisEkonomiHukumkesehatanNasionalpendidikanperistiwa

“Kebersamaan dalam Perbedaan: Refleksi Natal dan Isra Mira’raj Perkuat Kerukunan di Kota Depok”

Depok,citra Indonesia.id

Depok,- 16 Januari 2026 – Semangat menjaga harmoni dan menghormati keberagaman mengemuka dalam dua perayaan keagamaan yang berdekatan di Kota Depok. Setelah perayaan Natal bersama yang khidmat pada Jumat (16/1), masyarakat Muslim Kota Depok bersiap menyambut peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada hari yang sama, tanggal 27 Rajab 1447 Hijriah.

Perayaan Natal Bersama yang digelar Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Sinode (PGI-S) Kota Depok di Gereja GBI Kamboja, Depok Lama, berhasil menarik perhatian dan partisipasi lintas agama. Acara bertema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” ini dihadiri sekitar 1.500 jemaat serta sejumlah tokoh masyarakat dan politik, menegaskan bahwa nilai-nilai universal seperti kasih dan perdamaian adalah milik bersama.

Salah satu tamu undangan, Achmad Riza Al-Habsyi, A.Md., yang hadir mewakili Ketua DPC PDIP Kota Depok, H. Yuni Indriany, menyampaikan pesan inklusif. “Perayaan seperti ini merupakan momentum bagi seluruh elemen masyarakat Depok untuk merefleksikan nilai-nilai universal, kasih, perdamaian, keadilan, dan kepedulian,” ujarnya.

Keberadaan peringatan Isra Mira’raj pada tanggal yang sama (16 Januari 2026 / 27 Rajab 1447 H) menciptakan ruang refleksi yang unik bagi seluruh warga Depok. Isra Mira’raj, yang memperingati perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, membawa pesan inti tentang pentingnya ketakwaan, akhlak mulia, dan perintah shalat sebagai tiang agama serta sarana mencegah perbuatan keji dan munkar.

Tokoh-tokoh agama dan masyarakat di Depok melihat kesinambungan pesan dari kedua peringatan ini. “Baik Natal maupun Isra Mira’raj mengajak kita untuk mengangkat derajat kemanusiaan, merajut ukhuwah, dan membangun kehidupan sosial yang penuh kasih dan tanggung jawab,” ujar Ustaz Fahmi Alaydrus, salah satu tokoh Muslim Depok, ketika dihubungi terpisah. “Ini saat yang tepat untuk saling mengucapkan selamat dan mendoakan, memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika.”

Saat ditemui oleh wartawan di acara Natal, Achmad Riza Al-Habsyi juga menegaskan komitmen politik untuk menjaga kerukunan. “PDIP, dengan filosofi Marhaenisme-nya, selalu menjunjung tinggi toleransi. Kami melihat perayaan ini sebagai wujud nyata Bhinneka Tunggal Ika, di mana perbedaan keyakinan justru menjadi kekuatan membangun,” paparnya.

Komitmen serupa disampaikan oleh pemerintah kota. Menyambut Isra Mira’raj, Pemerintah Kota Depok melalui Kementerian Agama Kota Depok mendukung sejumlah kegiatan syiar dan pengajian yang mengedepankan pesan moderasi dan kerukunan antarumat beragama.

Ketua Umum PGI-S Depok, Pdt. Romy S. Palit, M.Th., mengapresiasi atmosfer saling menghormati ini. “Kehadiran saudara-saudara kita dari berbagai latar belakang menguatkan panggilan kita untuk menjadi garam dan terang, serta mitra dalam menjaga kedamaian Kota Depok,” ucapnya.

Dengan rangkaian perayaan keagamaan yang berlangsung penuh khidmat dan penuh respek ini, Kota Depok kembali menunjukkan praktik nyata kehidupan beragama yang harmonis. Masyarakat saling mengingatkan bahwa di balik perbedaan ritual dan keyakinan, terdapat tujuan yang sama, menciptakan kehidupan yang penuh kedamaian, keadilan, dan kasih sayang bagi seluruh penghuni kota.

Acara Natal ditutup dengan doa berkat bagi seluruh masyarakat, sebuah doa yang relevan dan didukung oleh semangat Isra Mira’raj untuk kebaikan bersama Kota Depok. (Red)

31 Views